Mukjizat AlQur an diakui
oleh berbagai pihak, baik
orang beriman maupun
orang kafir. Sejak dulu
hingga kini, bahkan
hingga akhir zaman, tak
ada kitab yang mampu
menandingi keindahan
gaya bahasanya. Cukup
banyak pujangga dan
sastrawan yang menulis
puisi namun tak satupun
yang berhasil mampu
menandingi keindahan Al
Quran. Kitab suci ini
dijamin keontetikannya
sepanjang masa.
“Sesungguhnya Kamilah
yang menurunkan Al-
Quran, dan sesungguhnya
Kami pula yang benar-
benar
memeliharanya.” (QS Al
Hijr:9).
Tak satu huruf pun dapat
ditambahkan, tak satu
huruf pun bisa dikurangi
dari Al-Quran. Bahkan tak
satu pun titik boleh
digeser dari satu huruf ke
huruf lain. Jika ada yang
mencoba melakukan
perubahan pada Al-Quran
hal tersebut dapat
diketahui dengan mudah.
Sebab begitu banyak
penghafal Al-Quran dari
masa ke masa. Dan tak
satu pun kitab di dunia ini
yang abadi seperti
keabadian al-Quran.
Belum pernah ada dalam
sejarah keajaiban di dunia
ada sebuah benda yang
semisterius dan semenarik
seperti apa yang
digambarkan ayat-ayat Al-
Quran, kata pr kata, ayat
per ayat. Bahkan dalam
pengucapan huruf dan
kata-katanya muncul
melodi indah dalam
susunan tangga nada yang
rumit. Salah satu misteri
kerumitan itu terletak
pada angka 19.
Dalam al-Quran terdapat 9
surah yang memiliki lebih
dari 128 ayat. Dari 9 surah
tersebut ada 19 ayat yang
merupakan kelipatan dari
128 atau 129. Penjumlahan
dari 19 ayat itu adalah
2.698 (19 x 142). Dan
angka 2.698 bukan angka
sembarangan. Karena kata
Allah dalam Al-Quran
ditulis sebanyak 2.698 kali.
Mungkinkah itu sebuah
kebetulan? Atau hasil
rekayasa digital dari abad
ke-6 Masehi? Padahal
struktur digital 114 surah
dalam Al-Quran itu bisa
dihafal oleh para
penghafal al-Quran
bahkan dibaca dengan
suara mengalun dengan
tujuh macam gaya yang
disebut qiroah as-sab’ah.
Tapi bagaimana
menjelaskan angka 19 itu?
Jika kita bisa meng-coding
bilangan biner (1 dan 0 )
dalam komputer, Al-Quran
di-coding dengan bilangan
1.9. Keduanya adalah
bilangan primer yang
tidak bisa dibagi kecuali
dengan dirinya sendiri.
Berbeda dengan konsep
kebanyakan filsafat yang
mengacu pada angka 12
( 12 bulan, 12 untuk
selusin, 12 shio cina, 12
zodiak, dan kemudahan
bagi rata dalam bilangan
12), Al-Quran memberikan
angka 19.
Di sinilah keunikan itu
terjadi. Jumlah 114 sebagai
jumlah surah dalam Al-
Quran adalah hasil dari 6x
19 =144. Dan uniknya
angka 619 juga merupakan
deret bilangan prima yang
ke-114. (1,3,5, dan
seterusnya sampai suku
ke 114). Dan terakhir
kalimat Wahdahu La
Syarikalahu ( Tuhan Maha
Esa, tidak bisa
disekutukan), secara
geometris memiliki nilai
619 dan secara semantic
memiliki arti prima. Dan
bilangan prima tidak
boleh di-syirkah, diduakan
atau dibagi dua.
Belum lagi makna yang
tersirat tentang bilangan
ganjil sebagai bilangan
yang mengandung
keutaman dalam Islam.
Iman Islam disusun dari
bilangan prima pada deret
ke-144, dan bilangan
prima menempati posisi
istimewa dalam susunan
ini.
Bukan itu saja. Pada
tahun 1999 para ilmuwan
telah menemukan elemen
ke-144 dalam tabel
periodic elemen kimia
dengan fraksi paling kecil
yang sangat dinamis. Para
ilmuwan sepakat akan
sulit lagi untuk
menemukan bilangan
atom selanjutnya. Dengan
demikian secara kauniyah
alam telah menjelaskan
keberpihakannya pada
agama Allah.
Sungguh merupakan suatu
keajaiban jika kita
mencermati fakta-fakta
berikut. Kelima ayat
pertama dari wahyu
pertama yang turun yaitu
surah Al-Alaq terdiri atas
19 kata. Dan 19 kata
tersebut terdiri dari 76
huruf yang merupakan
kelipatan dari angka 19
(4×19=76). Dalam Al-
Quran, surat Al-Alaq
berada di urutan ke-96.
Jika dihitung terbalik dari
belakang, surah tersebut
berada pada urutan ke-19.
Mengapa angka 19? Angka
ini unik, karena tidak
memiliki pembagi, alaias
tidak bisa dibagi. Dalam
matematika, angka 19
dianggap sebagai bilangan
prima yang unik, karena
terdiri dari bilangan
terkecil yaitu 1 dan
bilangan terbesar yaitu 9,
seperti alfa dan omega
dalam susunan abjad.
Sungguh ajaib pula bahwa
jumlah huruf dalam
kalimat Bismillahi
rahmanir rahim adalah
juga 19. Dalam Al-Quran
kata ism ( nama) muncul
sebanyak 19 kali,
sedangkan kata Allah
terdapat 2.698 alias 19 x
142, sedangkan Ar-
Rahman (Yang Maha
Penyayang) muncul 57 kali
(19×3), sementara Ar-
Rahim (Yang Maha
Penyayang) muncul 114
kali (19×6), angka yang
sama dengan jumlah
surah dalam al-Quran.
Ini tenulah hanya secuil
keajaiban Al-Quran.
Segudang keajaiban kitab
suci wahyu Allah SWT ini
belum banyak yang
terpecahkan oleh
kemampuan otak manusia
yang sangat terbatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar